Belitung, 20 November 2025 – Badan POM melalui LOKA POM di kabupaten Belitung menyelenggarakan dengan tema “Sinergitas Pemangku Kepentingan dalam Pencegahan Kejahatan Rantai Pasok Pangan Olahan pada Program Makan Bergizi Gratis” dihadiri oleh berbagai unsur strategis, mulai dari BPOM, pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, SPPG, hingga para pemasok pangan olahan. Kegiatan ini untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pengawasan keamanan pangan sebagai upaya memperkuat sinergi dalam mengawal keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta akan menjadi momentum penting untuk memastikan penyelenggaraan MBG berjalan aman, higienis, serta sesuai standar yang ditetapkan.
Pemerintah Kabupaten Belitung melalui Staf Ahli Bupati Belitung (Bidang Perekonomian dan Pembangunan) Rony Setiawan, ST., M.Si., menyampaikan “Pemenuhan gizi sejalan dengan prioritas nasional dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program MBG memerlukan sinergitas lintas sektor untuk memastikan asupan pangan yang aman dan bermutu,”
Deputi Bidang Penindakan BPOM, Irjen Pol. Tubagus Ade Hidayat, S.I.K., M.Sos hadir dan membuka kegiatan. Dalam sambutannya “Pencegahan adalah indikator keberhasilan. Bukan jumlah kasus yang ditindak, tetapi sebanyak apa pelanggaran dapat dicegah sejak awal”. Ucapnya
Dalam perspektif cegah tangkal bahwa untuk keberhasilan MBG diukur dari tidak adanya Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan. Namun dengan panjangnya rantai pasok pangan berpotensi menimbulkan kerawanan, sehingga penguatan deteksi dini, kegiatan intelijen pangan, dan koordinasi pengawasan menjadi prioritas utama.
Selain itu, terdapat tantangan lapangan yang dihadapi penyelenggara MBG, di antaranya keterbatasan air bersih, kelangkaan bahan baku di wilayah kepulauan, disparitas harga pasokan antara pemasok PT dan mandiri, serta rendahnya higienitas sarana produksi di sejumlah SPPG. BPOM dan Dinas Kesehatan merespons dengan memberikan solusi teknis, meliputi rekomendasi penggunaan air yang memenuhi standar mikrobiologi, konsolidasi pengadaan bahan baku, serta penguatan koordinasi lintas instansi untuk memastikan kualitas pengawasan tetap terjaga.
Menutup kegiatan, seluruh pemangku kepentingan menyatakan komitmennya untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan dan meningkatkan mutu penyelenggaraan MBG. Kesepakatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem keamanan pangan di Belitung dan Belitung Timur, sehingga pelaksanaan program berjalan aman, higienis, dan tepat sasaran bagi seluruh peserta didik.