Belitung, 5 Februari 2026 – Loka POM di Kabupaten Belitung menggelar “KIE Farmakovigilans” di Lantai 3 Kantor Loka POM di Kabupaten Belitung secara hybrid (luring dan zoom meeting). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kesehatan/tenaga medis mengenai pentingnya farmakovigilans dalam pengawasan keamanan obat dan mendorong peran aktif tenaga kesehatan/tenaga medis dalam monitoring dan pelaporan efek samping obat secara berkesinambungan melalui e-meso.pom.go.id/ADR.
Peserta KIE Farmakovigilans terdiri dari tenaga kesehatan di pelayanan kesehatan rumah sakit, puskesmas dan klinik di 2 (dua) kabupaten yaitu Belitung dan Belitung Timur dengan jumlah 27 pelayanan kesehatan dari 28 tenaga kesehatan.
Kegiatan dibuka Kepala Loka POM di Kabupaten Belitung Bapak Asruddin menyampaikan dalam sambutannya ”farmakovigilans merupakan sistem penting untuk mendeteksi, menilai, memahami, serta mencegah efek samping obat maupun masalah terkait pengunaan obat lainnya” ucapnya.
Narasumber dalam kegiatan ini adalah pegawai dari Loka POM di Kabupaten Belitung dengan materi pengertian dan sistem farmakovigilans di Indonesia dan narasumber RSUD dr. H. Marsidi Judono Belitung Ibu apt. Diah Sri Ekawati, S.Farm., M.Klin dengan materi cara pelaporan KTD/ESO di RSUD RSUD dr. H. Marsidi Judono Belitung.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan peran aktif tenaga kesehatan dalam pelaksanaan farmakovigilans, khususnya dalam monitoring dan pelaporan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dan/atau Efek Samping Obat (ESO). Peningkatan kapasitas ini menjadi bagian penting dalam upaya penguatan pengawasan keamanan obat pasca edar serta perlindungan keselamatan pasien.
Bukan Kata Orang, Pastikan KATA BPOM