Belitung – Upaya kolaboratif untuk menjamin keamanan pangan masyarakat di segala lini terus digencarkan melalui kegiatan PROPN (Program Prioritas Nasional). Rapat Advokasi Lintas Sektor Program Keamanan Pangan Tahun 2026 yang mencakup intervensi Sekolah yang melaksanakan Pembudidayaan Keamanan Pangan, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) telah sukses diselenggarakan di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Belitung pada Kamis (12/3/2026). Peserta sebanyak 32 orang yang meliputi unsur pemerintah terdiri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu dan Perindustrian Kabupaten Belitung, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Belitung, Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdaganagn dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Dinas Perikanan Kabupaten Belitung, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Camat Tanjungpandan, Camat Sijuk, Kepala Puskemas Tanjungpandan, Kepala Puskesmas Sijuk, Kepala Desa Air Seruk, Kepala Sekolah SDN 48 Tanjungpandan, dan Komunitas Pasar Hatta serta dari Media Loka di wilayah Pulau Belitung.
Kegiatan strategis ini menghadirkan tiga narasumber utama untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, yakni Teti Rosniawati, S.TP., M.Si (Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha Pangan Olahan BPOM RI), Hennyka, SE (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah/Bapperida Kab. Belitung), serta Asruddin, S. Farm, Apt., M.K.M (Kepala Loka POM di Kabupaten Belitung).
Dalam arahannya, Kepala Loka POM di Kabupaten Belitung, Asruddin, menegaskan pentingnya peran aktif dari lokus intervensi yang telah ditunjuk pada tahun ini agar dapat menjadi percontohan di tingkat nasional.
"Kami menaruh harapan besar kepada Desa Air Seruk, SD Negeri 48 Tanjungpandan, dan Pasar Hatta yang telah terpilih dalam program ini. Semoga komitmen dan inovasi yang dibangun oleh para kader dan pengelola nantinya tidak hanya berhenti pada pemenuhan standar keamanan pangan saja, tetapi juga mampu mengukir prestasi gemilang pada ajang lomba tingkat nasional tahun depan," tegas Asruddin.
Sebagai wujud nyata, dilakukan penandatangan komitmen yang di wakili oleh Paryanta selaku (Asisten 1 bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat). Harapan tersebut mendapat dukungan penuh dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung. Rapat ini dihadiri oleh jajaran lintas sektor yang sangat komprehensif, mulai dari Staf Ahli Pemda, Bapperida, Kemenag, hingga belasan jajaran Kepala Dinas terkait mulai dari sektor Kesehatan, Pendidikan, Perizinan, hingga Lingkungan Hidup.
Mewakili semangat sinergi lintas sektor tersebut, narasumber dari Bapperida Kabupaten Belitung, Hennyka, SE, menekankan pentingnya kerja sama dua arah. "Pemerintah Daerah sangat mendukung inisiatif strategis Loka POM ini. Kolaborasi lintas sektor antara Pemda dan Badan POM adalah kunci utama keberhasilan. Menjaga keamanan pangan bukanlah tugas satu instansi semata, melainkan tanggung jawab bersama untuk memastikan masyarakat Belitung mengonsumsi pangan yang aman, bermutu, dan bergizi," ungkapnya.
Penguatan Integritas dan Rencana Aksi Nyata
Lebih dari sekadar koordinasi teknis, rapat advokasi ini juga menjadi wadah penanaman nilai-nilai anti-korupsi. Seluruh elemen yang hadir diingatkan tentang pentingnya integritas dan sikap hidup "sederhana" bekerja secukupnya tanpa berlebih-lebihan dalam pelayanan publik. Semangat pemberantasan korupsi ini bahkan diserukan melalui pantun penutup yang mengajak seluruh peserta untuk tetap berintegritas seraya menjalankan rencana aksi nyata.
Mengakhiri kegiatan tersebut, penyelenggara memberikan himbauan tegas agar Rapat Advokasi ini tidak hanya sebatas seremonial atau pemaparan program di atas kertas. Rencana aksi yang telah disusun diharapkan dapat diterapkan secara penuh dan berkesinambungan pada masing-masing lokus. Dengan eksekusi yang konsisten, tingkat keamanan pangan di seluruh wilayah kerja Loka POM di Kabupaten Belitung dipastikan akan meningkat secara signifikan, menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berdaya saing.